Thursday, June 18, 2015

Mari Tingkatkan Sedekah di Bulan Ramadhan

Mari Tingkatkan Sedekah di Bulan Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan bagi orang yang beriman. Segala bentuk keutamaan diturunkan pada bulan ini, pahala segala bentuk ibadah dilipatgandakan, ampunan Allah selalu mengiringi setiap ruang dan waktu, dan do'a-do'a pun senantiasa dikabulkan. Bagi mukmin yang senantiasa merasa haus akan ridho Allah, pasti gembira menyambut tibanya bulan Ramadhan. Insan yang menyadari betapa dosa melumuri dirinya, tidak ada rasa kecuali bahagia akan kedatangan bulan Ramadhan.

Sedekah merupakan salah satu dari bentuk ibadah yang digemari di bulan Ramadhan bagi mukmin, karena pahala sedekah berlipat-lipat di bulan mulia ini. Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)


Dari hadits di atas diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada dasarnya adalah seorang yang sangat dermawan. Ini juga ditegaskan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu:

كان النبي صلى الله عليه وسلم أشجع الناس وأجود الناس

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” (HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)

Namun bulan Ramadhan merupakan momen yang spesial sehingga beliau lebih dermawan lagi. Bahkan dalam hadits, kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan melebihi angin yang berhembus. Diibaratkan demikian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat ringan dan cepat dalam memberi, tanpa banyak berpikir, sebagaimana angin yang berhembus cepat. Dalam hadits juga angin diberi sifat ‘mursalah’ (berhembus), mengisyaratkan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki nilai manfaat yang besar, bukan asal memberi, serta terus-menerus sebagaimana angin yang baik dan bermanfaat adalah angin yang berhembus terus-menerus. Penjelasan ini disampaikan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari.

Oleh karena itu, kita yang mengaku meneladani beliau sudah selayaknya memiliki semangat yang sama. Yaitu semangat untuk bersedekah lebih sering, lebih banyak dan lebih bermanfaat di bulan Ramadhan, melebihi bulan-bulan lainnya.

Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan

Salah satu sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan untuk lebih bersemangat dalam bersedekah di bulan Ramadhan adalah karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya. Diantara keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah:

1. Puasa digabungkan dengan sedekah dan shalat malam sama dengan jaminan surga.

Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang agung, bahkan pahala puasa tidak terbatas kelipatannya. Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:

كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به

“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)

Dan sedekah, telah kita ketahui keutamaannya. Kemudian shalat malam, juga merupakan ibadah yang agung, jika didirikan di bulan Ramadhan dapat menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.37, 2009, Muslim, no. 759)

Ketiga amalan yang agung ini terkumpul di bulan Ramadhan dan jika semuanya dikerjakan balasannya adalah jaminan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها أعدها الله لمن ألان الكلام وأطعم الطعام وتابع الصيام وصلى بالليل والناس نيام

Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)

2. Mendapatkan tambahan pahala puasa dari orang lain.

Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! Dan ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang lain.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)

Betapa Allah Ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.

3. Bersedekah di bulan Ramadhan lebih dimudahkan.

Salah satu keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan adalah bahwa di bulan mulia ini, setiap orang lebih dimudahkan untuk berbuat amalan kebaikan, termasuk sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia mudah terpedaya godaan setan yang senantiasa mengajak manusia meninggalkan kebaikan, setan berkata:

فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al A’raf: 16)

Sehingga manusia enggan dan berat untuk beramal. Namun di bulan Ramadhan ini Allah mudahkan hamba-Nya untuk berbuat kebaikan, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة ، وغلقت أبواب النار ، وصفدت الشياطين

“Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)

Dan pada realitanya kita melihat sendiri betapa suasana Ramadhan begitu berbedanya dengan bulan lain. Orang-orang bersemangat melakukan amalan kebaikan yang biasanya tidak ia lakukan di bulan-bulan lainnya. Subhanallah.

Adapun mengenai apa yang diyakini oleh sebagian orang, bahwa setiap amalan sunnah kebaikan di bulan Ramadhan diganjar pahala sebagaimana amalan wajib, dan amalan wajib diganjar dengan 70 kali lipat pahala ibadah wajib diluar bulan Ramadhan, keyakinan ini tidaklah benar. Karena yang mendasari keyakinan ini adalah hadits yang lemah, yaitu hadits:

يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، و قيام ليله تطوعا ، و من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، و من أدى فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، و هو شهر الصبر و الصبر ثوابه الجنة ، و شهر المواساة ، و شهر يزاد فيه رزق المؤمن ، و من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه ، و عتق رقبته من النار ، و كان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء قالوا : يا رسول الله ليس كلنا يجد ما يفطر الصائم ، قال : يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن ، أو تمرة ، أو شربة من ماء ، و من أشبع صائما سقاه الله من الحوض شربة لايظمأ حتى يدخل الجنة ، و هو شهر أوله رحمة و وسطه مغفرة و آخره عتق من النار ،

Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan buka kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah (no. 1887) dan Al Ash-habani dalam At Targhib (178). Hadits ini didhaifkan oleh para pakar hadits seperti Al Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib (2/115), juga oleh Dhiya Al Maqdisi di Sunan Al Hakim (3/400), bahkan dikatakan oleh Al Albani hadits ini Munkar, dalam Silsilah Adh Dhaifah (871).

Ringkasnya, walaupun tidak terdapat kelipatan pahala 70 kali lipat pahala ibadah wajib di luar bulan Ramadhan, pada asalnya setiap amal kebaikan, baik di luar maupun di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah 10 sampai 700 kali lipat. Berdasarkan hadits:

إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له عنده عشر حسنات إلى سبع مائة ضعف إلى أضعاف كثيرة

Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.” Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)


Oleh karena itu, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan, kemudian berdasarkan Al A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak Allah. Kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah. Lalu jika ia mengiringi amalan sedekahnya dengan puasa dengan shalat malam, maka diberi baginya jaminan surga. Kemudian jika ia tidak terlupa untuk bersedekah memberi hidangan berbuka puasa bagi bagi orang yang berpuasa, maka pahala yang sudah dilipatgandakan tadi ditambah lagi dengan pahala orang yang diberi sedekah. Jika orang yang diberi hidangan berbuka puasa lebih dari satu maka pahala yang didapat lebih berlipat lagi. Subhanallah…

Sumber:

www.muslim.or.id

Friday, June 12, 2015

Sedekah Murah Namun Manfaatnya Untuk Seluruh Umat Islam

Sedekah Murah Namun Manfaatnya Untuk Seluruh Umat Islam

Ini adalah salah satu sedekah yang sering diabaikan oleh kaum muslimin, mungkin sebagian pembaca juga ada yang demikian, jangan-jangan salah satunya Anda.. Hey..hey.. hanya bergurau saja :-). Seperti yang telah kita ketahui bahwa sedekah sangat banyak jenisnya mulai dari yang berbentuk harta, bisa juga tenaga, menyenangkan orang, mempermudah urusan orang, memberikan nasehat, mengajar tanpa mengharap imbalan, bisa juga sedekah fasilitas, sedekah jasa, tempat, ide, sarana umum, dan lain-lain. Terangnya semua hal yang kita berikan dengan ikhlas untuk semua makhluk baik keluarga, tetangga,  karyawan, umat, negara bahkan pada binatangpun merupakan sedekah. Itu seperti yang telah disabdakan  oleh Rosululloh SAW:

كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ
"Setiap kebaikan adalah sedekah"
  • Orang yang memiliki kelapangan harta bisa bersedekah dengan menginfaqkan hartanya demi pembangunan masjid, pembangunan sekolah, membangun jalan, membiayai anak belajar, mencukupi kebutuhan fakir miskin, dll.
  • Seorang Da'i memiliki sedekah yang luas karena dia bersedekah dengan ceramah atau nasehat kepada masyarakat luas. 
  • Seorang Inovator/penemu bisa bersedekah melalui kreatifitasnya dengan menciptakan alat yang dapat mempermudah pekerjaan umat manusia. 
  • Seorang penulis bisa juga memperoleh pahala sedekah dengan berbagi ilmu kepada para pembacanya. 
  • Blogger yang baik dan tulus juga bisa memperoleh pahala sedekah dengan berbagi ilmu, tips, panduan atau tutorial kepada para pengunjungnya.

Dalam kesempatan yang indah ini saya akan berbagi pengetahuan dari pelajaran yang telah saya peroleh, bagi yang sudah tahu tak masalah karena ini akan menguatkan ingatan dan keyakinan Anda. 

Ikhwan yang budiman, yang saya maksud ini adalah sedekah tanpa modal harta sepeserpun, cukup dengan lisan/mulut, bahkan bisa juga dengan fikiran atau dengan hati namun manfaatnya sangat luas. Dengan sedekah macam ini semua kalangan bisa melakukannya; baik yang miskin, yang sakit, ataupun yang cacat, asalkan masih memiliki kesadaran dan akal yang sehat. Lalu sedekahnya seperti apa? Sedekah yang dimaksud adalah memohonkan ampun atau mendoakan seluruh umat muslim baik yang masih hidup atau yang telah mati. Dengan demikian Anda bisa bersedekah kepada seluruh kaum muslimin di berbagai belahan dunia (LUARR BIASA).

Lalu caranya sedekah tersebut seperti apa? Sebagai contoh, Anda bisa beristighfar kepada Allah memohonkan ampun buat orangtua kita dan juga seluruh umat sebagaimana dalam kalimah istighfar berikut:

ASTAGHFIRULLOOHAL  'ADZIIM  LII  WA  LIWAALIDAYYA  WA  LIJAMII'IL MU'MINIINA WALMU'MINAATI  WAL  MUSLIMIINA  WAL  MUSLIMAATI AL AHYAAI  MINHUM  WAL AMWAAT

yang artinya:

" Aku mohon pengampunan dosa kepada Allah yang Maha Besar untukku, untuk kedua orangtuaku, untuk seluruh orang beriman laki-laki dan perempuan, dan untuk seluruh orang Islam laki-laki dan perempuan baik yang masih hidup ataupun yang telah mati."

Perhatikan terjemah istighfar di atas, dalam kalimahnya terdapat permohonan ampun yang sangat luas; yakni buat seluruh kaum muslimin seluruh dunia baik yang hidup atau yang telah meninggal dunia, bukankah ini sangat luar biasa? Itulah contoh sedekah yang ringan namun memiliki manfaat sangat luas.

Dan itu juga berlaku untuk seluruh doa atau istighfar lain yang susunan kalimahnya berbeda namun terdapat kata-kata yang doa/istighfarnya ditujukan buat seluruh kaum muslimin secara keseluruhan. Tentunya tanpa mengesampingkan sedekah yang lain juga, bagi yang memiliki harta lebih maka sedekah dengan harta sangat dianjurkan dan diperlukan, bagi orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu sebaiknya mempergunakan anugerah dari Alloh yang ia miliki itu sebagai sedekah.

Marilah berbekal untuk kejayaan kita di alam baka, sebagian di antaranya dengan bersedekah. Meskipun sekecil apapun Allah pasti akan Membalasnya, lebih besar tentunya sangat lebih baik demi  memperbanyak pundi-pundi amal kebaikan. Dan yang perlu diingat dan juga sebagai penyemangat dalam melakukan sedekah, bahwa setiap sedekah itu memiliki manfaat yang banyak baik di dunia ataupun di akhirat.  Dengan sedekah, rejeki kita bisa diperlancar oleh Allah SWT, urusan dipermudah, diampuni dosa kita, dipanjangkan umur kita, disembuhkan sakit kita, diberikan keturunan, diberikan jodoh, dijauhkan dari musibah, dipermudah hafalan dalam belajar, diperbanyak kawan, dll.

Marilah kita bersedekah sesuai kemampuan yang kita miliki, meskipun cuma dengan senyuman pada  orang di sekitar kita itu adalah sedekah, meskipun cuma sekedar mengambilkan benda yang diminta teman itupun juga sedekah. Ingat, SEDEKAH...SEDEKAH...dan SEDEKAH...!!! :-D.


Sunday, November 30, 2014

Sedekah Besar Tanpa Modal, Manfaat Untuk Umat

Sedekah Besar Tanpa Modal, Manfaat Untuk Umat

Bagi sebagian orang, bersedekah dengan uang dianggap lebih afdol ketimbang bersedekah dalam bentuk lain semisal tenaga, do'a, menyapa, tersenyum, gagasan dan semisalnya. Memasukkan uang sepuluh ribu kedalam kotak amal dianggap terasa lebih berbobot sedekahnya ketimbang menyapu halaman masjid. Atau memberikan uang lima ribu rupiah kepada pengemis akan lebih baik daripada tersenyum kepada tetangga kita sendiri. Tahukah Anda, jika sedekah tanpa uang bisa jadi nilainya lebih tinggi daripada sedekah dengan uang? Sedekah membersihkan tempat wudhu masjid akan jauh lebih bermanfaat daripada memasukkan uang sepuluh ribu ke dalam kotak amal sholat jumat, bukankah ini masuk akal?

Inilah buktinya.

Sudah dua bulan tempat wudhu di suatu masjid belum disikat. Lumut berkembang di hampir setiap sudut dan pernah membuat seorang jemaah jatuh karena licinnya lantai tersebut. Karena itulah, ketua DKM memutuskan untuk menyewa jasa cleaning service untuk membersihkan dan membuat tempat wudhu' kembali wangi. Tarif untuk membayar jasa tersebut lumayan besar, seratus ribu rupiah per meter persegi, dan itu sudah termasuk membersihkan toilet. Sehingga total masjid membayar jasa cleaning service lebih dari tujuh ratus ribu rupiah! Jumlah yang sangat besar, bukan? Sebenarnya, masjid tidak perlu mengeluarkan dana besar seandainya kita sendiri yang berinisiatif membersihkan tempat wudhu tersebut rutin seminggu dua kali. Namun, inilah yang terjadi di banyak beberapa masjid. Terkadang, kita merasa gengsi untuk turun tangan bekerja, dan menganggap bahwa sedekah uang merupakan bentuk afdol dari sedekah.


Islam memberikan kompensasi besar dari hal-hal kecil dari kebaikan yang kita lakukan untuk perubahan lebih baik. Kompensasi dari buah kebaikan itu bisa didapat di dunia langsung dalam bentuk kesehatan, pekerjaan yang baik, keselamatan di jalan, atau bahkan terhindar dari bencana. Sedangkan kompensasi lain akan kita dapatkan di akhirat, di hari dimana tidak ada yang bisa menyelamatkan kita kecuali amal kebaikan yang sudah kita perbuat di dunia.

Ada seribu satu macam hal-hal yang dianggap sepele namun memiliki nilai sedekah yang tinggi, bahkan jauh lebih bermanfaat dibanding sedekah dalam bentuk uang, bukan maksud saya merendahkan nilai sedekah uang. Bagi yang memiliki kelebihan harta tentunya sedekah uang sangat dianjurkan karena fakir miskin dan pembangunan masjid sangat menunggu bantuan dana dari mereka yang berharta, jika mencari-cari alasan masih ada pahala sedekah dalam bentuk yang lain karena demi menghindar dari anjuran sedekah harta maka jelaslah bahwa sikap demikian itu adalah tabiat orang yang kikir.



Sudahkah kita bersedekah dengan menanam kebaikan di sekitar kita hari ini?

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2014/02/18/jangan-malu-sedekah-tanpa-uang-632767.html

Sedekah Meredam Murka Allah

Sedekah Meredam Murka Allah

Dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb [Allah] tabaroka wa ta’ala.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Kabir, lihat Shahih at-Targhib [1/532])Bencana silih berganti menghampiri kita. Mungkinkah ini ujian atau cobaan dari Allah? Atau kah Allah sedang murka karena sikap kita yang tidak mentaati perintah-Nya? Apapun yang terjadi pada hidup kita hendaklah kita berbaik sangka kepada Allah SWT karena sesungguhnya Allah tahu yang terbaik untuk hamba-hambaNya.

Tapi tahukah anda apa yang bisa meredam murka Allah SWT?

Dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb [Allah] tabaroka wa ta’ala.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Kabir, lihat Shahih at-Targhib [1/532])


Subhanallah ternyata sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat meredam murka Allah SWT, lalu apakah sedekah dapat menghapus dosa kita?

Allah berfirman, yang artinya:
 “Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”
 (QS. Al-Baqoroh: 271).

Rosulullah bersabda: ”Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun menciptakan gunung-gunung kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas bumi maka tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk Mu yang lebih kuat dari gunung?” Allah berkata, “Ada yaitu besi”. Lalu mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhlukMu yang lebih kuat dari besi?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu api.”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu angin” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada angin?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kirinnya”. Diriwayatkan oleh Imam Ahamad dalam Musnadnya 3/124 dari hadits Anas bin Malik. Berkata Ibnu Hajar, ”Dari hadits Anas dengan sanad yang hasan marfu’”


Maka saudaraku redamlah murka Allah,tolaklah semua (Bala', Adzab, Penyakit-penyakit, Musibah) dengan banyak-banyak mengeluarkan sedekah. Semoga Allah SWT menolong kita, memberi kita taufiq agar bersegera dalam kebaikan, keikhlasan kepada-Nya, ditambahkan rasa cinta agama-Nya.

Wallahu a’lam. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Sumber:http://lazmm.org/article/read/tausiyah-islami/sedekah-meredam-murka-allah

Thursday, October 16, 2014

Doa dan Sedekah yang Tidak Diterima Allah SWT

Doa dan Sedekah yang Tidak Diterima Allah SWT
By: educrazy

Diriwayatkan dari Mush’ab din Sa’ad, ia berkata: Abdullah bin Umar r.a. pernah masuk ke tempat Ibnu Amar untuk menjenguknya ketika sakit. Lalu ia bertanya,”Hai Ibnu Umar, ketika di Basrah mengapa kamu tidak berdoa kepada Allah SWT. untuk saya?” Abdullah ibnu Umar menjawab,”Allah tidak menerima sha;at (doa) tanpa bersuci dan tidak menerima sedekah dari hasil penipuan (hasil yang tidak halal)”. (HR. Muslim)

Hadits di atas menggambarkan dua perbuatan yang tidak diterima oleh Allah SWT. yakni doa tanpa bersuci dan sedekah dari hasil yang tidak halal.

Doa Tanpa bersuci

Shalat adalah doa. Sebab, dalam seluruh gerakan ibadah shalat semuanya berisi doa dan harapan kepada Sang Khalik agar mengabulkan hajat mhamba-Nya. Harapan ini mencakup kebutuhan ukhrawi tanpa melupakan kepentingan dunia. Bagi umat Islam, doa merupakan sarana mendekatkan diri kepada Sang maha Suci, Allah SWT. Karena yang kita tuju adalah zat Yang Maha Suci, maka diri kita pun sebagai pemohon harus menyesuaikan diri, sesuai dengan aturan yang pantas dilakukan.




Ketika berdoa, seorang muslim harus sunggguh-sungguh bersih dari segala kotoran, baik hadats kecil maupun hadats besar  yang bisa menghalangi tercapainya doa, terutama dari awal niat kita yang terpatri di dalam hati. Untuk menciptakn kondisi demikian, maka hati, pikiran, jiwa serta perangkat lain yang kita miliki harus kita fokuskan kepada Alah dengan niat Ikhlas.


Sedekah Dari Hasil Penipuan

Pada dasarnya, sedekah atau memberikan barang berharga yang kita miliki kepada orang tanpa pamrih adalah perbuatan mulia dan sanyat dianjurkan oleh agama. Karena sedelah dapat membantu orang-orang yang tidak mampu, khususnya dalm bidang ekonomi. Besar kecilnya bentuk sedekah tidak dibatasi atau sesuai dengan kemampuan individu.

Namun, ternyata ada sedekah yang tidak diterima oleh Allah SWT, walaupun bentuk sedekahnya sendiri diterima oleh manusia, yaitu sedekah yang dihasilkan dari penipuan seperti yang dimaksudkan hadits di atas. Kenapa tidak diterima? Penipian adalah metode mendapatkan sesuatu atau hasil dengan cara yang tidak halal. Dengan kata lain, perbuatan seperti itu dengan segala jenis tidak di ridhai oleh Allah SWT. Mengingat cara yang ditempuh tidak selazimnya, maka hasil yang dihasilkan secara otomatis mengandung barang haram yang tidak disukai Allah. Oleh karena itu, sudah sudah sepantasnya kita membersihkan harta kita dari sesuatu yang diharamkan Allah SWT.




Sumber: http://educrazy.wordpress.com/2010/04/30/doa-dan-sedekah-yang-tidak-diterima-allah-swt/

Memberikan Sedekah dari Uang Pinjaman

Memberikan Sedekah dari Uang Pinjaman

Ikhwan, ini ada lagi sebuah catatan tanya jawab mengenai sedekah yang saya minta dari http://www.eramuslim.com, semoga tulisan ini bisa membuat kita semakin mantab untuk menjalankan sedekah kita. Berikut bacaannya, selamat membaca semoga bermanfaat amin:

Sebuah Pertanyaan:

Assalamu Alaikum Pak Ustadz,
Saya mau bertanya kami mendapatkan pinjaman uang dari bank untuk kami pakai penambahan usaha kami yang sudah ada sebelumnya. Saya mengusulkan kepada suami saya agar uang pinjaman yang kami peroleh tersebut sebelum dipakai disisihkan dahulu sebanyak 2,5 % untuk sedekah, karena saya menganggap bahwa pinjaman yang kami peroleh inipun merupakan rezeki yang diberikan kepada kami dan layak dikeluarkan 2,5% untuk disedekahkan dan juga dengan harapan agar usaha kami ini mendapat Ridha dari ALLAHSWT. Tapi Pak Ustadz suami saya tidak setuju dengan niat saya ini.

Saya sering berselisih paham dengan suami saya mengenai sedekah ini. Makanya kadang saya bersedekah tampa sepengetahuan suami saya dengan menyisihkan uang belanja saya dan memberikan kepada orang yang membutuhkan disaat saya pergi kepasar. Karena saya sangat yakin dengan ilmu Sedekah itu sendiri.

Mohon petunjuk dari Pak Ustadz apa sebaiknya yang saya lakukan.

Wassalam.

Jawaban:

Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Andin Monica yang baik.

Selamat ya Ibu atas niat dan keinginannya untuk senantiasa bersedekah, semoga Allah mengganjarkan segala apa yang diinginkan.

Betul, apa yang telah dijelaskan dan dipraktekkan oleh Ibu bahwa sedekah harta dapat menjadikan harta Ibu menjadi suci, berkah, dijauhkan dari bahaya/musibah dan mendapatkan cucuran rahmat dari Allah. Bahkan, harta yang disedekahkan tersebut itu tidak perlu menunggu harta cukup nishab, milik penuh (milk at-tam), atau menunggu banyak harta. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imron (3): 134)

Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat ketika memiliki empat dirham. Ia menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Menurut ulama melakukan amal kebajikan termasuk bersedekah tidak sepengetahuan suami diperbolehkan. Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS. Al-Baqarah (2): 261) ”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (kesuksesan).” (QS. Al-Lail (92): 5-7)

”Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah (2): 271)

Betul Ibu segala sesuatu perbuatan/tindakan (termasuk bersedekah/berzakat) syah atau tidaknya tergantung niatnya, sebagaimana sabda Rasul; “Sesungguhnya sahnya sesuatu tergantung niatnya” (HR. Muslim). Ingatlah saudaraku di dalam harta kita ada hak orang lain yang harus diberikan. Firman Allah SWT:

"..dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bagian." (QS. Adz Dzariyat:19)

Mengenai kesalah-pahaman/selisih paham Ibu dan suami terletak sedekah dikeluarkan 2,5% dari harta pinjaman. Menurut mufassirin kata sadaqah di dalam Al-Qur’an memiliki dua makna yaitu sedekah wajib yang dinamakan zakat (diantaranya adanya kewajiban mengeluarkannya dengan prosentase 2,5% dan diberikan kepada mustahik 8 asnaf), sedang sedekah sunnah dinamakan sedekah pada umumnya (tidak adanya prosentase).

Lebih jelasnya, sedekah wajib atau zakat berasal dari kata dasar zaka yang artinya : suci, baik, berkah dan berkembang. Menurut istilah syari’at zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan sebahagiannya dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.

Sedangkan sedekah sunnah atau yang dikenal sedekah pada umumnya asal katanya adalah shadaqa yang artinya ‘benar’. Jadi orang yang bersedekah adalah orang yang benar. Dalam terminologi agama Islam orang yang suka bersedekah itu adalah orang benar dan yakin akan pengakuan imannya kepada Allah. Pengertian sedekah sesungguhnya sama dengan pengertian infak, perbedaannya sedekah itu lebih luas dari pada infak; jika infak hanya terkait dengan materi saja, dan tidak terkait dengan non-materi, sedangkan sedekah meliputi materi dan non materi. Non-materi itu seperti bacaan takbir, tahmid, tahlil dan sejenisnya dikategorikan juga bersedekah.

Kalau sedekah yang dimaksud Ibu dari penjelasan di atas adalah sedekah sunnah maka saat mengeluarkannya tidak ada batasan (2,5%) atau bebas untuk mengeluarkannya dan suka rela, yang jelas perlu diluruskan niatnya semata karena Allah. Bahkan dalam sebuah riwayat ada Sahabat Rasul yang bernama Abdurrahman bin Auf menyedekahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Demikian halnya langkah yang telah dilakukan oleh Ibu Andin Monica dalam menyisihkan hartanya dengan bersedekah dari uang belanja dan pinjaman uang dari bank. Insya Allah akan memperoleh keberkahan dan diganjarkan pahala oleh Allah sampai 10 kali lipat (QS. Al-An’am: 160) bahkan sampai 700 kali lipat. Dan hal inilah yang dikenal sebagai ”The Power of Givving” (kekuatan bersedekah) di mana orang yang bersedekah tidak hanya diganjarkan pahala di akhirat melainkan juga mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan di dunia.

Lain halnya apabila yang dimaksud Ibu sedekah 2,5% itu adalah zakat dari uang pinjaman bank maka, menurut Ulama fiqih berdasarkan pentunjuk Al-qur’an dan hadits Rasul memberi syarat adanya wajib zakat adalah kepemilikan penuh (milk at-tam). Bila harta pinjaman tidak dimiliki secara sempurna, maka tidaklah ada kewajiban untuk mengeluarkan zakat. Kententuan kepemilikian harta secara sempurna, telah lunas dan cukup satu tahun, maka wajib zakat.

Sebab hal ini sesuai adanya keumuman lafadz perintah Allah dalam firman-Nya yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” (Q.S. Al-Baqarah (2): 267) “…dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (termasuk tabungan/deposito/emas) dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah (9): 34

Sabda Rasulullah Saw:
“Tiadalah bagi pemilik simpanan yang tidak menunaikan zakatnya, kecuali dibakar diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori) "Bila engkau memiliki 20 dinar emas dan sudah mencapai satu tahun maka zakatnya setengah dinar (2,5%)". (HR Ahmad).

Semoga Ibu Andin Monica dan suami senantiasa diberikan petunjuk , kemurahan dan kemudahan dalam bersedekah. Allah Swt berfirman: "Dan barangsiapa yang terpelihara dari kekikiran jiwanya, maka mereka itulah orang-orang yang berbahagia." (at-Taghabun: 16) "Adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, juga mendustakan dengan apa-apa yang baik – keterangan agama dan lain-lain, maka Kami memudahkan untuknya dalam menempuh jalan kesukaran – maksudnya ialah kejahatan, kesengsaraan dan akhirnya menuju ke neraka. Hartanya tidaklah akan berguna untuknya apabila Ia telah jatuh." (al-Lail (92): 8-11)

Berdasarkan penjelasan diatas, harta pinjaman berarti kita belum memilikinya secara penuh (milku tam) kecuali kalau sudah lunas dan memilikinya secara penuh maka wajib zakat. Lain halnya kalau baru pinjam dan belum lunas maka hukumnya tidak ada zakat untuk harta pinjaman dan sangat dianjurkan bersedekah. Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskan syarat harta wajib zakat yaitu milik penuh bukan milik orang lain maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.

Al-hasil, bersedekah sangat dianjurkan kapanpun baik waktu lapang maupun sempit. Lain halnya dengan zakat maka ada syarat tertentu seperti harta milik sempurna (milku tam), cukup nishab dan berlalu satu tahun (haul). Sehingga tidak ada kewajiban zakat dari uang hasil pinjaman sebelum lunas dan sangat dianjurkan bersedekah.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallahu A’lam.

Muhammad Zen, MA

Sumber:  http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/memberikan-sedekah-dari-uang-pinjaman.htm#.VEBByxbPdZk

Tuesday, October 14, 2014

Sedekah Barang dan Jasa

Sedekah Barang dan Jasa -
By: LAZIS JATENG SOLO RAYA

Banyak jalan menuju ke Roma, begitulah pepatah mengatakan. Banyak alternatif pilihan saat kita ingin melakukan sesuatu, termasuk dalam hal sedekah. Harta yang dimiliki tak hanya uang. Oleh karenanya, bersedekah pun tak harus dengan uang. Apapun yang anda miliki, bisa disedekahkan.

LAZIS JATENG SOLO RAYA membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin bersedekah dalam wujud barang yang masih dapat dipakai / dijual. Adapun sedekah barang tersebut akan difokuskan untuk keperluan:
Paket Makanan

Anda bisa berpartisipasi memberikan sedekah barang yang bisa dijual untuk diwujudkan menjadi paket makanan bagi anak yatim dan dhuafa. Atau, Anda dapat pula berpartisipasi langsung bersedekah memberikan paket makanan untuk anak yatim dan dhuafa. Alternatif lain, Anda dapat mengundang anak yatim dan dhuafa yang menjadi binaan LAZIS JATENG SOLO RAYA ke rumah / instansi Anda untuk berbagi kebahagiaan.
Mobil Layanan Yatim dan Dhuafa

Anda secara pribadi maupun bersama instasi / perusahaan Anda, dapat berpartisipasi memberikan sedekah dengan alternatif:

    Memberikan mobil untuk keperluan layanan Yatim dan Dhuafa.
    Menyewa mobil untuk keperluan layanan yatim dan dhuafa, yang biayanya ditanggung donatur.
    Meminjamkan mobil pribadi / perusahaan untuk keperluan layanan yatim dan dhuafa dengan sistem kerja sama.

Adapun kemanfaatan mobil layanan yatim dan dhuafa tersebut antara lain:

    Antar jemput sekolah
    Layanan pemeriksaan kesehatan keliling
    Wisata yatim dan dhuafa
    Taman baca keliling
    Layanan antar jemput pasien yatim dan dhuafa
    Layanan antar jenazah yatim dan dhuafa


Sandang

Anda dapat berpartisipasi memenuhi kebutuhan sandang anak yatim dan dhuafa, seperti: seragam sekolah, seragam olahraga, seragam TPA atau perlengkapan sekolah dan sehari-hari yatim dan dhuafa binaan LAZIS JATENG SOLO RAYA
Komputer Dhuafa

Jangan sampai kondisi keluarga yatim dan dhuafa menjadi penghambat anak-anak mereka untuk maju, berkembang dan menguasai teknologi. Anda dapat berpartisipasi memberikan sedekah berupa komputer untuk digunakan dalam program Rumah Singgah Gempita.

Sumber:lazisjateng.or.id/program/sedekah-barang.html