Sunday, November 30, 2014

Sedekah Besar Tanpa Modal, Manfaat Untuk Umat

Sedekah Besar Tanpa Modal, Manfaat Untuk Umat

Bagi sebagian orang, bersedekah dengan uang dianggap lebih afdol ketimbang bersedekah dalam bentuk lain semisal tenaga, do'a, menyapa, tersenyum, gagasan dan semisalnya. Memasukkan uang sepuluh ribu kedalam kotak amal dianggap terasa lebih berbobot sedekahnya ketimbang menyapu halaman masjid. Atau memberikan uang lima ribu rupiah kepada pengemis akan lebih baik daripada tersenyum kepada tetangga kita sendiri. Tahukah Anda, jika sedekah tanpa uang bisa jadi nilainya lebih tinggi daripada sedekah dengan uang? Sedekah membersihkan tempat wudhu masjid akan jauh lebih bermanfaat daripada memasukkan uang sepuluh ribu ke dalam kotak amal sholat jumat, bukankah ini masuk akal?

Inilah buktinya.

Sudah dua bulan tempat wudhu di suatu masjid belum disikat. Lumut berkembang di hampir setiap sudut dan pernah membuat seorang jemaah jatuh karena licinnya lantai tersebut. Karena itulah, ketua DKM memutuskan untuk menyewa jasa cleaning service untuk membersihkan dan membuat tempat wudhu' kembali wangi. Tarif untuk membayar jasa tersebut lumayan besar, seratus ribu rupiah per meter persegi, dan itu sudah termasuk membersihkan toilet. Sehingga total masjid membayar jasa cleaning service lebih dari tujuh ratus ribu rupiah! Jumlah yang sangat besar, bukan? Sebenarnya, masjid tidak perlu mengeluarkan dana besar seandainya kita sendiri yang berinisiatif membersihkan tempat wudhu tersebut rutin seminggu dua kali. Namun, inilah yang terjadi di banyak beberapa masjid. Terkadang, kita merasa gengsi untuk turun tangan bekerja, dan menganggap bahwa sedekah uang merupakan bentuk afdol dari sedekah.


Islam memberikan kompensasi besar dari hal-hal kecil dari kebaikan yang kita lakukan untuk perubahan lebih baik. Kompensasi dari buah kebaikan itu bisa didapat di dunia langsung dalam bentuk kesehatan, pekerjaan yang baik, keselamatan di jalan, atau bahkan terhindar dari bencana. Sedangkan kompensasi lain akan kita dapatkan di akhirat, di hari dimana tidak ada yang bisa menyelamatkan kita kecuali amal kebaikan yang sudah kita perbuat di dunia.

Ada seribu satu macam hal-hal yang dianggap sepele namun memiliki nilai sedekah yang tinggi, bahkan jauh lebih bermanfaat dibanding sedekah dalam bentuk uang, bukan maksud saya merendahkan nilai sedekah uang. Bagi yang memiliki kelebihan harta tentunya sedekah uang sangat dianjurkan karena fakir miskin dan pembangunan masjid sangat menunggu bantuan dana dari mereka yang berharta, jika mencari-cari alasan masih ada pahala sedekah dalam bentuk yang lain karena demi menghindar dari anjuran sedekah harta maka jelaslah bahwa sikap demikian itu adalah tabiat orang yang kikir.



Sudahkah kita bersedekah dengan menanam kebaikan di sekitar kita hari ini?

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2014/02/18/jangan-malu-sedekah-tanpa-uang-632767.html

Sedekah Meredam Murka Allah

Sedekah Meredam Murka Allah

Dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb [Allah] tabaroka wa ta’ala.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Kabir, lihat Shahih at-Targhib [1/532])Bencana silih berganti menghampiri kita. Mungkinkah ini ujian atau cobaan dari Allah? Atau kah Allah sedang murka karena sikap kita yang tidak mentaati perintah-Nya? Apapun yang terjadi pada hidup kita hendaklah kita berbaik sangka kepada Allah SWT karena sesungguhnya Allah tahu yang terbaik untuk hamba-hambaNya.

Tapi tahukah anda apa yang bisa meredam murka Allah SWT?

Dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb [Allah] tabaroka wa ta’ala.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Kabir, lihat Shahih at-Targhib [1/532])


Subhanallah ternyata sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat meredam murka Allah SWT, lalu apakah sedekah dapat menghapus dosa kita?

Allah berfirman, yang artinya:
 “Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”
 (QS. Al-Baqoroh: 271).

Rosulullah bersabda: ”Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun menciptakan gunung-gunung kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas bumi maka tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk Mu yang lebih kuat dari gunung?” Allah berkata, “Ada yaitu besi”. Lalu mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhlukMu yang lebih kuat dari besi?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu api.”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu angin” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada angin?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kirinnya”. Diriwayatkan oleh Imam Ahamad dalam Musnadnya 3/124 dari hadits Anas bin Malik. Berkata Ibnu Hajar, ”Dari hadits Anas dengan sanad yang hasan marfu’”


Maka saudaraku redamlah murka Allah,tolaklah semua (Bala', Adzab, Penyakit-penyakit, Musibah) dengan banyak-banyak mengeluarkan sedekah. Semoga Allah SWT menolong kita, memberi kita taufiq agar bersegera dalam kebaikan, keikhlasan kepada-Nya, ditambahkan rasa cinta agama-Nya.

Wallahu a’lam. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Sumber:http://lazmm.org/article/read/tausiyah-islami/sedekah-meredam-murka-allah

Thursday, October 16, 2014

Doa dan Sedekah yang Tidak Diterima Allah SWT

Doa dan Sedekah yang Tidak Diterima Allah SWT
By: educrazy

Diriwayatkan dari Mush’ab din Sa’ad, ia berkata: Abdullah bin Umar r.a. pernah masuk ke tempat Ibnu Amar untuk menjenguknya ketika sakit. Lalu ia bertanya,”Hai Ibnu Umar, ketika di Basrah mengapa kamu tidak berdoa kepada Allah SWT. untuk saya?” Abdullah ibnu Umar menjawab,”Allah tidak menerima sha;at (doa) tanpa bersuci dan tidak menerima sedekah dari hasil penipuan (hasil yang tidak halal)”. (HR. Muslim)

Hadits di atas menggambarkan dua perbuatan yang tidak diterima oleh Allah SWT. yakni doa tanpa bersuci dan sedekah dari hasil yang tidak halal.

Doa Tanpa bersuci

Shalat adalah doa. Sebab, dalam seluruh gerakan ibadah shalat semuanya berisi doa dan harapan kepada Sang Khalik agar mengabulkan hajat mhamba-Nya. Harapan ini mencakup kebutuhan ukhrawi tanpa melupakan kepentingan dunia. Bagi umat Islam, doa merupakan sarana mendekatkan diri kepada Sang maha Suci, Allah SWT. Karena yang kita tuju adalah zat Yang Maha Suci, maka diri kita pun sebagai pemohon harus menyesuaikan diri, sesuai dengan aturan yang pantas dilakukan.




Ketika berdoa, seorang muslim harus sunggguh-sungguh bersih dari segala kotoran, baik hadats kecil maupun hadats besar  yang bisa menghalangi tercapainya doa, terutama dari awal niat kita yang terpatri di dalam hati. Untuk menciptakn kondisi demikian, maka hati, pikiran, jiwa serta perangkat lain yang kita miliki harus kita fokuskan kepada Alah dengan niat Ikhlas.


Sedekah Dari Hasil Penipuan

Pada dasarnya, sedekah atau memberikan barang berharga yang kita miliki kepada orang tanpa pamrih adalah perbuatan mulia dan sanyat dianjurkan oleh agama. Karena sedelah dapat membantu orang-orang yang tidak mampu, khususnya dalm bidang ekonomi. Besar kecilnya bentuk sedekah tidak dibatasi atau sesuai dengan kemampuan individu.

Namun, ternyata ada sedekah yang tidak diterima oleh Allah SWT, walaupun bentuk sedekahnya sendiri diterima oleh manusia, yaitu sedekah yang dihasilkan dari penipuan seperti yang dimaksudkan hadits di atas. Kenapa tidak diterima? Penipian adalah metode mendapatkan sesuatu atau hasil dengan cara yang tidak halal. Dengan kata lain, perbuatan seperti itu dengan segala jenis tidak di ridhai oleh Allah SWT. Mengingat cara yang ditempuh tidak selazimnya, maka hasil yang dihasilkan secara otomatis mengandung barang haram yang tidak disukai Allah. Oleh karena itu, sudah sudah sepantasnya kita membersihkan harta kita dari sesuatu yang diharamkan Allah SWT.




Sumber: http://educrazy.wordpress.com/2010/04/30/doa-dan-sedekah-yang-tidak-diterima-allah-swt/

Memberikan Sedekah dari Uang Pinjaman

Memberikan Sedekah dari Uang Pinjaman

Ikhwan, ini ada lagi sebuah catatan tanya jawab mengenai sedekah yang saya minta dari http://www.eramuslim.com, semoga tulisan ini bisa membuat kita semakin mantab untuk menjalankan sedekah kita. Berikut bacaannya, selamat membaca semoga bermanfaat amin:

Sebuah Pertanyaan:

Assalamu Alaikum Pak Ustadz,
Saya mau bertanya kami mendapatkan pinjaman uang dari bank untuk kami pakai penambahan usaha kami yang sudah ada sebelumnya. Saya mengusulkan kepada suami saya agar uang pinjaman yang kami peroleh tersebut sebelum dipakai disisihkan dahulu sebanyak 2,5 % untuk sedekah, karena saya menganggap bahwa pinjaman yang kami peroleh inipun merupakan rezeki yang diberikan kepada kami dan layak dikeluarkan 2,5% untuk disedekahkan dan juga dengan harapan agar usaha kami ini mendapat Ridha dari ALLAHSWT. Tapi Pak Ustadz suami saya tidak setuju dengan niat saya ini.

Saya sering berselisih paham dengan suami saya mengenai sedekah ini. Makanya kadang saya bersedekah tampa sepengetahuan suami saya dengan menyisihkan uang belanja saya dan memberikan kepada orang yang membutuhkan disaat saya pergi kepasar. Karena saya sangat yakin dengan ilmu Sedekah itu sendiri.

Mohon petunjuk dari Pak Ustadz apa sebaiknya yang saya lakukan.

Wassalam.

Jawaban:

Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Andin Monica yang baik.

Selamat ya Ibu atas niat dan keinginannya untuk senantiasa bersedekah, semoga Allah mengganjarkan segala apa yang diinginkan.

Betul, apa yang telah dijelaskan dan dipraktekkan oleh Ibu bahwa sedekah harta dapat menjadikan harta Ibu menjadi suci, berkah, dijauhkan dari bahaya/musibah dan mendapatkan cucuran rahmat dari Allah. Bahkan, harta yang disedekahkan tersebut itu tidak perlu menunggu harta cukup nishab, milik penuh (milk at-tam), atau menunggu banyak harta. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imron (3): 134)

Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat ketika memiliki empat dirham. Ia menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Menurut ulama melakukan amal kebajikan termasuk bersedekah tidak sepengetahuan suami diperbolehkan. Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS. Al-Baqarah (2): 261) ”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (kesuksesan).” (QS. Al-Lail (92): 5-7)

”Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah (2): 271)

Betul Ibu segala sesuatu perbuatan/tindakan (termasuk bersedekah/berzakat) syah atau tidaknya tergantung niatnya, sebagaimana sabda Rasul; “Sesungguhnya sahnya sesuatu tergantung niatnya” (HR. Muslim). Ingatlah saudaraku di dalam harta kita ada hak orang lain yang harus diberikan. Firman Allah SWT:

"..dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bagian." (QS. Adz Dzariyat:19)

Mengenai kesalah-pahaman/selisih paham Ibu dan suami terletak sedekah dikeluarkan 2,5% dari harta pinjaman. Menurut mufassirin kata sadaqah di dalam Al-Qur’an memiliki dua makna yaitu sedekah wajib yang dinamakan zakat (diantaranya adanya kewajiban mengeluarkannya dengan prosentase 2,5% dan diberikan kepada mustahik 8 asnaf), sedang sedekah sunnah dinamakan sedekah pada umumnya (tidak adanya prosentase).

Lebih jelasnya, sedekah wajib atau zakat berasal dari kata dasar zaka yang artinya : suci, baik, berkah dan berkembang. Menurut istilah syari’at zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan sebahagiannya dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.

Sedangkan sedekah sunnah atau yang dikenal sedekah pada umumnya asal katanya adalah shadaqa yang artinya ‘benar’. Jadi orang yang bersedekah adalah orang yang benar. Dalam terminologi agama Islam orang yang suka bersedekah itu adalah orang benar dan yakin akan pengakuan imannya kepada Allah. Pengertian sedekah sesungguhnya sama dengan pengertian infak, perbedaannya sedekah itu lebih luas dari pada infak; jika infak hanya terkait dengan materi saja, dan tidak terkait dengan non-materi, sedangkan sedekah meliputi materi dan non materi. Non-materi itu seperti bacaan takbir, tahmid, tahlil dan sejenisnya dikategorikan juga bersedekah.

Kalau sedekah yang dimaksud Ibu dari penjelasan di atas adalah sedekah sunnah maka saat mengeluarkannya tidak ada batasan (2,5%) atau bebas untuk mengeluarkannya dan suka rela, yang jelas perlu diluruskan niatnya semata karena Allah. Bahkan dalam sebuah riwayat ada Sahabat Rasul yang bernama Abdurrahman bin Auf menyedekahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Demikian halnya langkah yang telah dilakukan oleh Ibu Andin Monica dalam menyisihkan hartanya dengan bersedekah dari uang belanja dan pinjaman uang dari bank. Insya Allah akan memperoleh keberkahan dan diganjarkan pahala oleh Allah sampai 10 kali lipat (QS. Al-An’am: 160) bahkan sampai 700 kali lipat. Dan hal inilah yang dikenal sebagai ”The Power of Givving” (kekuatan bersedekah) di mana orang yang bersedekah tidak hanya diganjarkan pahala di akhirat melainkan juga mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan di dunia.

Lain halnya apabila yang dimaksud Ibu sedekah 2,5% itu adalah zakat dari uang pinjaman bank maka, menurut Ulama fiqih berdasarkan pentunjuk Al-qur’an dan hadits Rasul memberi syarat adanya wajib zakat adalah kepemilikan penuh (milk at-tam). Bila harta pinjaman tidak dimiliki secara sempurna, maka tidaklah ada kewajiban untuk mengeluarkan zakat. Kententuan kepemilikian harta secara sempurna, telah lunas dan cukup satu tahun, maka wajib zakat.

Sebab hal ini sesuai adanya keumuman lafadz perintah Allah dalam firman-Nya yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…” (Q.S. Al-Baqarah (2): 267) “…dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (termasuk tabungan/deposito/emas) dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah (9): 34

Sabda Rasulullah Saw:
“Tiadalah bagi pemilik simpanan yang tidak menunaikan zakatnya, kecuali dibakar diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori) "Bila engkau memiliki 20 dinar emas dan sudah mencapai satu tahun maka zakatnya setengah dinar (2,5%)". (HR Ahmad).

Semoga Ibu Andin Monica dan suami senantiasa diberikan petunjuk , kemurahan dan kemudahan dalam bersedekah. Allah Swt berfirman: "Dan barangsiapa yang terpelihara dari kekikiran jiwanya, maka mereka itulah orang-orang yang berbahagia." (at-Taghabun: 16) "Adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, juga mendustakan dengan apa-apa yang baik – keterangan agama dan lain-lain, maka Kami memudahkan untuknya dalam menempuh jalan kesukaran – maksudnya ialah kejahatan, kesengsaraan dan akhirnya menuju ke neraka. Hartanya tidaklah akan berguna untuknya apabila Ia telah jatuh." (al-Lail (92): 8-11)

Berdasarkan penjelasan diatas, harta pinjaman berarti kita belum memilikinya secara penuh (milku tam) kecuali kalau sudah lunas dan memilikinya secara penuh maka wajib zakat. Lain halnya kalau baru pinjam dan belum lunas maka hukumnya tidak ada zakat untuk harta pinjaman dan sangat dianjurkan bersedekah. Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskan syarat harta wajib zakat yaitu milik penuh bukan milik orang lain maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.

Al-hasil, bersedekah sangat dianjurkan kapanpun baik waktu lapang maupun sempit. Lain halnya dengan zakat maka ada syarat tertentu seperti harta milik sempurna (milku tam), cukup nishab dan berlalu satu tahun (haul). Sehingga tidak ada kewajiban zakat dari uang hasil pinjaman sebelum lunas dan sangat dianjurkan bersedekah.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallahu A’lam.

Muhammad Zen, MA

Sumber:  http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/memberikan-sedekah-dari-uang-pinjaman.htm#.VEBByxbPdZk

Tuesday, October 14, 2014

Sedekah Barang dan Jasa

Sedekah Barang dan Jasa -
By: LAZIS JATENG SOLO RAYA

Banyak jalan menuju ke Roma, begitulah pepatah mengatakan. Banyak alternatif pilihan saat kita ingin melakukan sesuatu, termasuk dalam hal sedekah. Harta yang dimiliki tak hanya uang. Oleh karenanya, bersedekah pun tak harus dengan uang. Apapun yang anda miliki, bisa disedekahkan.

LAZIS JATENG SOLO RAYA membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin bersedekah dalam wujud barang yang masih dapat dipakai / dijual. Adapun sedekah barang tersebut akan difokuskan untuk keperluan:
Paket Makanan

Anda bisa berpartisipasi memberikan sedekah barang yang bisa dijual untuk diwujudkan menjadi paket makanan bagi anak yatim dan dhuafa. Atau, Anda dapat pula berpartisipasi langsung bersedekah memberikan paket makanan untuk anak yatim dan dhuafa. Alternatif lain, Anda dapat mengundang anak yatim dan dhuafa yang menjadi binaan LAZIS JATENG SOLO RAYA ke rumah / instansi Anda untuk berbagi kebahagiaan.
Mobil Layanan Yatim dan Dhuafa

Anda secara pribadi maupun bersama instasi / perusahaan Anda, dapat berpartisipasi memberikan sedekah dengan alternatif:

    Memberikan mobil untuk keperluan layanan Yatim dan Dhuafa.
    Menyewa mobil untuk keperluan layanan yatim dan dhuafa, yang biayanya ditanggung donatur.
    Meminjamkan mobil pribadi / perusahaan untuk keperluan layanan yatim dan dhuafa dengan sistem kerja sama.

Adapun kemanfaatan mobil layanan yatim dan dhuafa tersebut antara lain:

    Antar jemput sekolah
    Layanan pemeriksaan kesehatan keliling
    Wisata yatim dan dhuafa
    Taman baca keliling
    Layanan antar jemput pasien yatim dan dhuafa
    Layanan antar jenazah yatim dan dhuafa


Sandang

Anda dapat berpartisipasi memenuhi kebutuhan sandang anak yatim dan dhuafa, seperti: seragam sekolah, seragam olahraga, seragam TPA atau perlengkapan sekolah dan sehari-hari yatim dan dhuafa binaan LAZIS JATENG SOLO RAYA
Komputer Dhuafa

Jangan sampai kondisi keluarga yatim dan dhuafa menjadi penghambat anak-anak mereka untuk maju, berkembang dan menguasai teknologi. Anda dapat berpartisipasi memberikan sedekah berupa komputer untuk digunakan dalam program Rumah Singgah Gempita.

Sumber:lazisjateng.or.id/program/sedekah-barang.html

9 Keutamaan Sedekah

9 Keutamaan Sedekah -
By: Tyan Satiana

Sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Sungguh keajaiban sedekah ini memiliki keutamaan yang besar. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan orang-orang yang bersedekah. Ibnu Hajar Al Haitami mengumpulkan ratusan hadits mengenai keutamaan sedekah dalam sebuah kitab yang berjudul Al Inaafah Fimaa Ja’a Fis Shadaqah Wad Dhiyaafah, meskipun hampir sebagiannya perlu dicek keshahihannya. Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah. Semoga kita senantiasa diberinikmat dan kesadaran untuk bersedekah. vladimir prelovac

Keutamaan Sedekah

Diantara keutamaan bersedekah antara lain:

1. Sedekah dapat menghapus dosa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)
Adapun dalam hal diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)

2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:
رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

3. Memberi keberkahan pada harta.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)
Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

5. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah.
من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة
“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)

6. Menjadi bukti keimanan seseorang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
والصدقة برهان
“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)
An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”

7. Membebaskan dari siksa kubur.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

8. Sedekah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يا معشر التجار ! إن الشيطان والإثم يحضران البيع . فشوبوا بيعكم بالصدقة
“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”)

9. Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:
مثل البخيل والمنفق ، كمثل رجلين ، عليهما جبتان من حديد ، من ثديهما إلى تراقيهما ، فأما المنفق : فلا ينفق إلا سبغت ، أو وفرت على جلده ، حتى تخفي بنانه ، وتعفو أثره . وأما البخيل : فلا يريد أن ينفق شيئا إلا لزقت كل حلقة مكانها ، فهو يوسعها ولا تتسع
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)
Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat sedekah dan keutamaan orang yang bersedekah. Tidakkah hati kita terpanggil untuk bersedekah? Semoga dimudahkan ya ikhwan..!!

Sumber:http://walicare.org/blog/?p=98

Friday, October 10, 2014

Keajaiban Sedekah Pada Anak Yatim

Keajaiban Sedekah Pada Anak Yatim -

Tengoklah surat Al An’aam ayat 160 yang berbunyi,

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Dari penjabaran ayat tersebut, Allah telah berjanji akan melipatgandakan segala bentuk amal perbuatan baik kita. Bahkan sampai sepuluh kali lipatnya.

Apakah kita pantas meragukan firman Allah SWT tersebut? Melengkapi rangkaian roadshownya ke berbagai daerah di Sumatra, beberapa tahun lalu, Ustad Yusuf Mansur memenuhi undangan salah satu pejabat Pulau Batam, H. Soerya Respationo, SH. Soerya, yang merupakan salah satu calon wakil gubernur ini (berpasangan dengan calon gubernur H. Nyat Kadir) dan istrinya Dra. Rekaveny adalah pasangan suami istri yang dikenal dermawan di Batam.

Mereka tak pernah sungkan menggelontorkan sejumlah uang dari kocek untuk membantu wong cilik. Bahkan Soerya mendapat julukan “Bapak Wong Cilik”,  Konon bisa sampai ratusan juta rupiah uang yang mereka alokasikan untuk membantu wong cilik Batam, setiap bulannya. Dan mereka melakukannya tanpa pilih-pilih dan tanpa pamrih. Mungkin itu sebabnya harta yang mereka miliki seolah tak habis sampai tujuh turunan.

Merasa memiliki kesamaan konsep dengan Ustadz Baihaki Al-Farizi, maka melalui Majelis Taklim Humairah yang dipimpin oleh Rekaveny sendiri, mereka sengaja mengundang ustadz pemilik pesantren Darusa’adah ini. Perhelatan besar ini termasuk mendadak. Kebetulan Ustadz Baihaki Al-Farizi sedang di kawasan Sumatra, alangkah baiknya jika ia bisa singgah di Batam.

Tapi kala itu keluarga Soerya-Venny sedang sibuk sosialisasi di masyarakat Kepri (Kepulauan Riau). Niat baik Yusuf sempat ditunda sehabis Pilkada. Tahunya Venny tetap menyelipkan hal ini di sela rapat Majelis Taklimnya. Acara yang sedianya akan diadakan kecil-kecilan, berkembang menjadi besar di Masjid Raya Batam. Langsung Venny dan anak buahnya mengatur semua, termasuk membuat undangan dan diumumkan di Batam Post sehari sebelumnya.

Alhamdulillah sambutan jamaah luar biasa, masjid disesaki ratusan ibu-ibu untuk mendengar taushiyah ustad baby face ini.

Dalam taushiyahnya itu, Ustadz Baihaki Al-Farizi menuturkan sebuah kisah yang membuka mata dan hati kita akan makna sedekah. Dahulu kala ada seorang Imam yang bernama Hasan Basri. Suatu hari ia kedatangan enam orang tamu. Namun sayangnya ia hanya mempunyai sebuah roti untuk disuguhkan. Tentu saja tak mungkin membagi sebuah roti itu untuk keenam tamunya. Tidak mau pusing, sang imam lantas memerintahkan pembantunya untuk menyedekahkan roti itu pada tetangganya yang lebih membutuhkan.

Tak lama kemudian datanglah seorang tamu lagi sambil membawa dua buah roti untuk Hasan Basri, tapi ditolaknya!

“Roti ini pasti salah alamat, ini bukan untukku.”

Jawab imam singkat, membuat tamu yang membawa roti tadi bingung dan pulang. Pembantu sang imam lantas bertanya, mengapa ia yakin sekali roti itu bukan untuknya.

“Karena kalau roti itu memang untukku, jumlahnya pasti sepuluh, bukan dua!” jawabnya lagi dengan tenang. Di tengah keheranan si pembantu, tamu yang membawa roti tadi kembali, kali ini telah menambahkan roti hadiahnya menjadi sepuluh buah.

Rupanya sebelum pulang tadi, ia sempat mengetahui kalau sang imam sedang kedatangan tamu. “Nah, ini benar untukku,” terima imam dengan senang hati.

Maka kesepuluh roti tadi dibagikan kepada keenam tamunya, pembantunya, seorang anaknya, dan dua sisanya disimpan.

Dari kisah tersebut Allah telah menunjukkan betapa maha kayanya Dia. Allah pasti akan memberikan balasan setimpal atas perbuatan baik kita. Bahkan Ustadz Baihaki Al-Farizi yakin benar kalau dalam waktu tujuh hari kita akan merasakan “hasil” dari sedekah kita.

“Banyak kejadian yang membuktikan itu. Dengan sedekah hutang menjadi lunas, miskin menjadi kaya, susah menjadi senang, masalah mendapat solusi.” Bebernya semangat.

Dari perjalanannya ke berbagai daerah, ustad ganteng yang suka memakai baju putih ini banyak menemukan fenomena keajaiban sedekah. Ketika sore harinya, menjelang Magrib, taushiyah dilanjutkan di kediaman Soerya, di kawasan Duta Mas,Ustadz Baihaki Al-Farizi lalu menuturkan beberapa kisah ajaib itu.

Ada seorang temannya yang bernama Mubalighun. Suatu ketika ia ditimpa masalah berat. Karena selalu berhutang dan dikejar debt collector, istrinya tidak tahan dan minta cerai. Nah, pada suatu malam senin, dia merasa dunia akan kiamat baginya, karena pada keesokan harinya rumahnya akan disita, istrinya menunggu di pengadilan agama, dan anak sulungnya akan dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu lama menunggak bayaran.

“Pokoknya Mubalighun depresi berat dan bahkan berniat bunuh diri malam itu juga,” paparnya. Untungnya dia cepat beristighfar akan niat buruknya itu.

Semalaman dia merenung dan teringat masih punya simpanan sekitar tiga ratus ribu rupiah. Mengingat janji Allah di surat Al An’aam itu, malam itu juga ia bagikan uang itu pada fakir miskin. Masya Allah, esok paginya tanpa disangka ia kedatangan teman lamanya yang menawarkan pekerjaan, bahkan menyediakan dana awal sampai 25 juta rupiah.

Dana yang lebih dari cukup untuk melunasi hutang-hutangnya dan menyelamatkan rumahnya dari sitaan. Tak disangkanya lagi, sepulangnya dari bank untuk menerima uang itu, tiba-tiba istrinya sudah ada di rumah bersama anak bungsunya. Singkat cerita hari itu juga permasalahan Mubalighun selesai. Rumah tetap dimiliki, istri tak jadi menuntut cerai, dan anak sulungnya bisa tetap bersekolah. Padahal hanya 300 ribu rupiah yang disedekahkan Mubalighun, tapi lihatlah hasilnya, malah tak sampai tujuh hari.

Ada juga kisah seorang tukang bubur yang mengorbankan uangnya untuk biaya pengobatan orang tuanya. Apa yang terjadi? Begitu angka tabungannya di sebuah bank mencapai lima juta rupiah, ia mendapat hadiah sebuah mobil Mercy.

“Begitu banyak keajaiban yang terjadi gara-gara sedekah. Makanya sekarang jangan ragu sedekah. Jangan mikir uang tinggal sedikit, sedekahin saja. Justru semakin berat kita menyerahkan sejumlah uang untuk sedekah, Insya Allah balasan Allah semakin dasyat!”

Memang patokan tujuh hari itu tidak mutlak. Semua tetap tergantung Allah. Bisa lebih lama, bahkan lebih cepat. Tapi umumnya begitu. Syaratnya buka mata lebar-lebar untuk “merasakan” hasil sedekah itu. Yang jelas, faedah sedekah ada empat, yaitu dapat menolak bala, mendatangkan rezeki, menyembuhkan penyakit, dan memanjangkan umur.

“Kalau sampai tujuh hari kita merasa tidak mendapat apa-apa, bisa jadi kita dipanjangkan umur,” tambahnya lagi penuh keyakinan. Dalam kesempatan ini, Ny. Hasyimah, istri H. Nyat Kadir, membenarkan fenomena keajaiban sedekah. Suatu hari dalam sebuah acara ia ingin menyumbang sejuta, tapi entah kenapa rasanya berat sekali mengeluarkan uang itu. Akhirnya ia hanya menyumbang 500 ribu, namun apa yang didapatnya? Sejak itu ada saja uangnya keluar untuk berbagai keperluan. Jumlahnya sampai berlipat. Andai saja ia jadi menyumbang sejuta, ia yakin keadaannya tak akan seburuk itu.

Sedekah Untuk Membangun Usaha Spiritual Gaya ceramah ustad yang satu ini memang agak lain. Biasanya penceramah muncul dari depan atau samping panggung, ia justru datang dari belakang, menyapa jamaah paling belakang dan berjalan ke podium. Biasanya ia muncul sepuluh menit sebelum acara dimulai.

Dan gaya orasinya sangat provokatif, berapi-api, membakar semangat, membuat yang mendengarnya ingin langsung bertindak. Dalam berceramah, ia tak hanya berdiri kaku di mimbar, ia akan berjalan menghampiri penonton dan berdialog dengan mereka. Suasananya jadi dialogis dan akrab. Itulah sebabnya acara tersebut lebih tepat diadakan di ruangan tertutup dan tanpa kehadiran anak kecil.

“Karena saya membutuhkan kefokusan mereka. Dengan hadirnya anak kecil yang lari-lari misalnya, sudah beda konsentrasinya,” jelasnya.

Ia juga kerap melengkapi taushiyahnya dengan simulasi dan permainan, supaya lebih menarik dan menghibur. Tapi hasilnya luar biasa. Jangan heran kalau sekali ceramah di hotel berbintang, bisa ratusan juta terkumpul untuk sedekah.

“Yang nggak bawa uangpun tidak sungkan menyerahkan hp, jam tangan, perhiasan, cek, bahkan tak jarang banyak yang menenteng tangan saya menuju ATM,” ujarnya tertawa.

Uang dan barang yang terkumpul itu lalu ia serahkan ke panitia setempat untuk disumbangkan pada yang membutuhkan. Itu sengaja ia lakukan agar ia tak dicap sebagai ustad pembawa uang sedekah. Setiap insan perlu mempelajari ilmu sedekah. Meskipun terdengar sederhana dan simpel, tapi sedekah mampu membangun usaha spiritual.

Walaupun terdengar tak lazim tapi sedekah mampu membersihkan harta yang kita miliki dan mampu menggolkan proyek yang kita incar, Insya Allah. Ambillah contoh, anda sebagai seorang pengusaha sedang mengincar sebuah proyek. Biasanya dalam dunia bisnis, orang suka main sikut sana-sikut sini, menyogok, atau memakai uang pelicin.

Sekarang gantilah sogokan anda dengan membiayai seribu anak yatim piatu dan anak jalanan. Kalau kita boleh bergurau sama Allah, istilahnya kita menyogok-Nya. Insya Allah proyek itu gol. Karena Allah yang memiliki dunia dan seisinya, maka berharaplah dari-Nya, jangan dari manusia.

Apa yang bisa manusia berikan pada kita?

Sekarang bayangkanlah keuntungan yang akan anda dapatkan jika berhasil dalam suatu hal, maka langsung saja 2,5% nya disedekahkan dimuka.

Misalnya anda akan memperoleh seratus juta, maka sebelum memperoleh keuntungan itu, gelontorkanlah uang dari kocek anda sejumlah dua setengah juta rupiah untuk sedekah. Tidak besar, kan?

Kalaupun setelah sedekah, proyek anda tetap gagal, yakinlah ada hikmah dibalik itu dan yakinlah Allah akan menggantinya dalam bentuk lain. Karena Dia lebih tahu yang terbaik buat kita dan apa yang kita harapkan belum tentu yang terbaik. Hal ini pernah dialami oleh seorang pengusaha bijih plastik.

Saat itu ia ingin sekali tendernya di suatu wilayah tembus. Sebagai ganti sogokan ke pemda setempat, ia memilih sedekah. Namun apa yang terjadi? Ia tak mendapatkan tender tersebut. Kecewa? Pasti! Dan itu wajar dialami manusia. Di tengah kekecewaan itu ia mampir di sebuah restoran untuk makan siang.

Tanpa disangkanya salah seorang teman SMA-nya juga makan di sana dan ajaibnya mereka berusaha di bidang yang sama. Akhirnya terjalin kesepakatan di antara mereka untuk berbisnis dan si teman langsung meneken cek sebagai uang muka.

Subhanallah, bukankah ini bukti yang nyata?

Jadi, apa anda masih meragukan faedah sedekah? Bukan hanya orang kaya yang wajib sedekah, yang merasa miskinpun harus sedekah kalau menjadi kaya.

Sumber: http://www.amanahsedekah.com/2014/02/keajaiban-sedekah-pada-anak-yatim/